Kamis, 15 Juli 2010

Ensiklopedi - Umrah

Umrah secara bahasa artinya bermaksud, berkunjung.
Menurut syara', Umrah ialah : Berkunjung ke Mekkah untuk melakukan rangkaian Ibadah (Ihram, Thawaf, Sya'i, dan Tahalul atau mencukur/memotong rambut.)
Umrah merupakan ibadah khusus yang hanya dapat dilakukan di Mekkah al Mukarromah, bisa dilaksanakan sepanjang tahun baik di musim hajji atau di luar musim hajji, hukum mengerjakannya sunnah dan wajib bagi orang yang mengerjakan hajji sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 195 : "Dan sempurnakanlah hajji dan umrah itu karena Allah."

Umrah merupakan ibadah yang sangat tinggi nilainya. Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW menjelaskan yang maksudnya : Antara satu umrah dengan umrah yang lain dapat menghapuskan dosa yang ada diantara keduanya. Bagi orang yang datang ke Mekkah agar melakukan Umrah, tapi tidak didapatkan dalil melakukan umrah berkali-kali dalam satu kali kedatangan ke Mekkah, baik di musim haji maupun di luar musim haji, baik setelah atau sebelum mengerjakan hajji dengan sengaja datang untuk ihram ke tan'im atau ke ji'ranah.

Cara melakukan umrah, setelah sampai di Miqat sesuai dengan arah datang, orang dari arah Yaman dan Yalamiam, arah Nejed (Timur) di qornal Manazil dengan pakaian tidak berjahit bagi laki-laki dan pakaian yang menutup aurat bagi perempuan, setelah itu meneruskan perjalanan ke Mekkah, setelah sampai di masjidil haram melakukan thawaf mengelilingi ka'bah 7 kali dan sesudah itu disunnahkan shalat sunnat thawaf di belakang Makam Ibrahim, lalu Sya'i yaitu berlari-lari kecil antara Shafa dan marwah 7 kali, setelah itu bercukur dan memotong rambut (tahallul) dengan demikian selesai umrah serta boleh berpakaian biasa kembali.

Keistimewaan Hajji dan Umrah
"Dari abi Hurairah yang diridhai Allah dia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : Dari Umrah ke Umrah yang lain menghapuskan dosa-dosa diantara keduanya, dan hajji yang mabrur tidak ada ganjaran yang pantas baginya kecuali syurga." (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).


Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 43 Tahun Ke-13 18 Dzulqaidah 1430 H / 06 Nopember 2009 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Keutamaan sifat sabar

Sifat sabar merupakan kunci dari segala kesuksesan dan keberhasilan. Sabar dalam menerima nikmat, serta sabar dalam menerima musibah atau cobaan. Itulah sebabnya Allah menyatakan, bahwa orang yang sabar selalu disisi-Nya. "Sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar." Di dalam beribadahpun kita harus sabar, seperti berpuasa (shaum), shalat, serta menunaikan ibadah haji.

Sabar dan terus bersabar dengan segala sesuatu yang kita alami baik itu hal yang menyenangkan atau bahkan yang menyedihkan sekalipun. Lihat kondisi saat ini, banyak sekali kejadian yang menimpa saudara-saudara kita, baru-baru ini adalah gempa bumi di Padang, dan kebakaran di daerah Kertapati Palembang. Sedangkan ujian yang berupa kebahagian pun ada yaitu waktu kita naik jabatan, punya anak, lulus ujian sekolah atau apapun.

Berdasarkan definisi, sabar itu memiliki arti pilar kebahagiaan seorang hamba. Ibnul Qoyyim rahiahullah mengatakan, "Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan." Sedangkan macam-macam kesabaran itu sendiri terbagi menjadi tiga macam, yaitu : sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan dan sabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah. (Berbagai hal yang menyakitkan dari orang lain di luar kuasa manusia).

Dengan bersabar pun kita bisa meraih kemuliaan dari Allah, selain kita taat kepada Allah dan beramal saleh. Sesuai dengan surah Al Baqarah ayat 45 yang artinya : "Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat." Karena itu, sebagai hamba yang beriman, mintalah selalu pertolongan kepada Allah, insya Allah semua urusan akan menjadi mudah. Sesuai dengan firmanNya, yang artinya : "Keselamatan atas kalian adalah berkat kesabaran kalian." Siapa yang tidak mau dijamin keselematannya oleh Allah?

Justru perilaku hamba-Nya yang kerap mengundang murka Allah. Buktinya, karena tidak sabaran, banyak orang yang melakukan hal-hal yang tidak Allah ridhai. Contohnya pergi ke dukun untuk meramalkan nasib, mau minta penglaris, minta jodoh, dan lain-lain.

"Bukan jalannya orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat." (QS. Al Fatihah : 6). Ayat ini mengandung penjelasan dua sisi penyimpangan jalan yang lurus. Menyimpang ke sisi yang satu akan menjerumuskan ke dalam kesesatan yaitu rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan menyimpang ke sisi yang lainnya akan menjerumuskan ke dalam kemurkaan yang timbul karena rusaknya niat dan amalan.


Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 43 Tahun Ke-13 18 Dzulqaidah 1430 H / 06 Nopember 2009 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Malu sebagian dari iman

"Dan sesungguhnya Kami jadikan penghuni neraka jahannam, kebanyakan dari jin dan manusia, yang mempunyai hati(akal) tapi tidak mengerti dengan akalnya, dan mempunyai mata tetapi tidak mau melihat dengan matanya, mempunyai telinga tetapi tidak mau mendengar dengan telinganya. Orang-orang yang demikian adalah seperti hewan, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itu adalah orang-orang yang alpa." (QS. Al-A'raf : 179).

Malu dan iman adalah satu rumpun. Apabila terangkat(runtuh) yang satu, maka runtuh pulalah yang lain. "Hadits riwayat Al Hakim". Sifat malu adalah merupakan filter manusia untuk menahan diri melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah. Seperti diketahui, dalam kehidupan ini ada beberapa batas yang tidak boleh dilampaui oleh manusia, yaitu : (1). Batas-batas menurut hukum agama. (2). Batas-batas hukum atau peraturan yang dibuat oleh manusia. (3). Batas-batas menurut norma, baik berdasarkan adat istiadat yang dijunjung tinggi dalam kehidupan.

Kehilangan sifat malu itu bukan saja membawa efek yang buruk dipandang dari sudut rohaniah, tetapi membawa pengaruh yang membahayakan pula dalam kehidupan bermasyarakat.

Ahli Tasauf membagi sifat malu itu tiga macam, yaitu : (1). Malu kepada Allah. (2). Malu kepada manusia. (3). Malu kepada diri sendiri. Malu kepada Allah ialah menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan jahat, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi yang tidak dilihat oleh orang lain. Ia menyadari sepenuh hati bahwa apa yang dilakukannya itu senantiasa diketahui oleh Allah dengan ilmunya Allah, dan yang dikatakannya baik ataupun buruk pasti akan didengar oleh Allah. Apabila akan melakukan kejahatan baik ditempat tersembunyi atau dalam tempat yang gelap gulita pasti akan dilihat oleh Allah. Maka sifat malu itu kaitannya sangat erat dengan iman.

Malu kepada manusia misalnya berpakaian yang tidak sopan, ala kebarat-baratan, laki-laki bercelana pendek ditengah umum. Apalagi kaum wanita tidak terkecuali tua maupun yang muda suka buka buka aurat, atau pakaian yang transparan yang memancing pandangan laki-laki, akhirnya terjadi perbuatan zina. Kaitannya permainan judi dan mabuk-mabukan. Apabila manusia sudah terbiasa mabuk-mabukan tidak dapat lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Malu kepada diri sendiri dengan memperbandingkan orang lain yang berbuat kebaikan, sedangkan dirinya sendiri masih doyan dengan maksiat. Berbahagialah orang-orang yang masih mempunyai rasa malu kepada dirinya sendiri. Karena malu kepada diri sendiri ini orang lain tidak mengetahuinya. Perasaan malu kalau dirinya ternoda, maka ia akan berusaha untuk tidak melakukan perbuatan yang tercela.

Pembeda
Sifat malu adalah pembeda antara manusia dengan hewan, Allah menciptakan manusia dan hewan sama-sama mempunyai keingingan dan hawa nafsu. Akan tetapi manusia diberi akal untuk mengendalikan dan memimpin dan menguasai hawa nafsu, jelasnya perbedaan antara manusia dengan hewan, manusia diberi akal dan hewan diberi nafsu tidak diberi akal. Karena akal itulah manusia mempunyai perasaan malu. Tetapi pada kenyataannya ada juga manusia yang tidak mempunyai rasa malu, sehingga kesannya tak ubahnya seperti hewan, bahkan lebih rendah dan hina dari hewan, sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam QS. Al A'raf : 179.

Apabila kita perhatikan kehidupan hewan, mereka tidak terikat dengan peraturan, makan minumnya berebut-rebutan, siapa yang kuat menindas yang lemah, perkelahian tidak ada yang melerai. Perkawinan kapan saja bisa terjadi, tidak peduli ditengah-tengah keramaian, tidak ada perbedaan anak cucunya yang dikawini.

Kehilangan sifat malu berarti akan hilang pula sifat amanah, yaitu saling percaya mempercayai. Amanah adalah merupakan urat nadi dalam bentuk hubungan bermasyarakat. Rusaknya amanah akan rusak pulalah tatanan hidup dan kehidupan ini, sebab hilangnya sifat amanah akan menimbulkan saling curiga mencurigai, saling benci membenci, akibatnya terjadilah permusuhan bahkan terjadi pembunuhan.

Di abad modern ini manusia sudah mulai kehilangan rasa malu itu, misalnya pesta-pesta minuman keras, muda mudi bergaul bebas tanpa ada rasa malu, diatas sepeda motor yang perempuan memeluk laki-laki. Yang sudah berkeluarga saling tukar suami istri, perselingkuhan dianggap indah. Inilah gambaran manusia yang mempunyai akal ditunggangi oleh hawa nafsu. Semoga uraian ini akan menjadi bahan renungan kita untuk dapat mempertahankan sifat-sifat malu ini.


Penulis : H.A. Suhaimi.
Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 43 Tahun Ke-13 18 Dzulqaidah 1430 H / 06 Nopember 2009 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Senin, 12 Juli 2010

Keutamaan Surat Al-Ikhlas

Keutamaan surat Al-Ikhlas:
Allah mencintai orang yang suka membacanya
Surat Al-ikhlas salah satu jaminan ke sorga
Wajib sorga bagi yang membacanya
Surat Al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al-Qur’an
Di dalamnya terdapat nama Allah yang Agung
Siapa yang minta kepada Allah lewat perantaranya maka Allah akan mengabulkannya
Siapa yang membacanya sepuluh kali Allah akan membangun baginya istana di sorga
Keutamaan banyak membacanya
Keutamaan dalam qiraat shalat (baik shalat fardhu atau sunnat)

1. Allah mencintai orang yang suka membacanya
Allah Ta’ala sangat mencintai orang yang suka membaca surat AL-Ikhlas, karna di dalamnya terkandung nama-nama dan sifat-sifat Allah yang Agung, maka siapa yang di cintai Allah akan mendapat kasih sayang-Nya, baik di dunia maupun akhirat.

- Dari ‘Aisyah. Ra- bahwasanya Nabi SAW mengutus seorang sirriyyah, dan pernah mengimami para sahabatnya dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan selalu menutup (bacaaanya) dengan membaca surat AL-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad....). dan ketika mereka kembali (dari misi), seraya memberi tahukan kepada Nabi SAW( apa yang di lakukan sahabatnya), kemudian beliau bersabda: “Tanyalah! Karna sebab apa dia melakukannya?” Kemudian mereka menanyainya, dia berkata: “karna dia merupakan sifat Ar-Rahman, dan saya sangat suka membacanya,” maka berkata Nabi SAW: “Beritatahukanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya.”

2. Surat Al-ikhlas salah satu jaminan ke sorga
orang yang menyukai surat Al-Ikhlas dan menjadikannya dalam setiap detik zikirnya, berarti dia telah mempersiapkan tiket ke sorga.

- Dari Anas. Ra- dia berkata: “Adalah seorang laki-laki dari kaum anshar mengimani manusia di masjid Quba’, ketika dia memulai qiraat dia selalu membaca di awal qiraat (sesudah al-fatihah) surat Al-Ikhlas, kemudian baru di lanjutkan dengan membaca surat yang lain, adalah laki-laki tadi melakukannya (membaca surat al-ikhlas) setiap raka’at, maka para sahabatnya menegurnya, mereka berkata: “”Engkau selalu membuka bacaan dengan surat ini (al-ikhlas), apakah engkau tidak tahu bahwa dia menjadi sebuah bagian sehingga engkau juga membaca surat yang lain, maka engkau boleh memilih meninggalkannya dan membaca surat yang lain.” Kemudian dia berkata: “Saya tidak akan meninggalkannya, jika kalian suka saya imami saya akan terus melakukannya (membacanya), namun jika kalian tidak suka saya akan meninggalkan kalian,” sedangkan mereka tahu bahwa dia (laki-laki dari kaum anshar tadi) orang yang paling baik di antara mereka, dan mereka tidak suka di imami oleh orang lain. Maka ketika mereka mendatangi Rasulullah SAW dan memberitahukan akan kabar ini, Beliau berkata: “Wahai Fulan! apa yang melarangmu jika engkau melakukan apa yang di inginkan sahabat-sahabat engkau? Dan apa yang menyebabkan engkau sehingga harus membacanya setiap raka’at?” dia berkata: “Aku mencintainya”, beliau bersabda: “Cinta engkau kepadanya memasukkan engkau kedalam sorga.”

- Dari Anas. Ra- dia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW,kemudian dia berkata: “Aku sangat mencintai surat ini ; “Qul huwallahu Ahad” “. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Cinta engkau kepadanya akan memasukkan engkau kedalam sorga.”

3. Wajib sorga bagi orang yang membacanya

- Dari ‘Ubaid bin Hunain (maula keluarga zaid bin khattab), bahwasanya dia berkata: Aku dengar abu hurairah berkata: “Aku menghadap bersama Rasulullah SAW beliau mendengar seorang laki-laki membaca “Qul Huwallahu Ahad” kemudian beliau bersabda: “Diwajibkan” aku bertanya kepada beliau: “Apa maksud engkau wahai Rasulullah?” beliau berkata: “Sorga” .
Abu hurairah berkata: “Maka saya ingin pergi kepada laki-laki tadi dan memberi kannya kabar gembira, akan tetapi saya takut kalau makan siangku bersama Rasulullah SAW terlewatkan, maka aku mengutamakan makan siang bersama Rasulullah SAW kemudian aku pergi kepada laki-laki tadi namun aku mendapati dia sudah pergi .”

- Dari Abi Umamah. Ra- dia berkata: “Rasulullah lewat di depan seseorang yang sedang membaca “Qul Huwallahu Ahad” kemudian beliau bersabda: “Di wajibkan bagi laki-laki ini”, atau “Di wajibkan bagi laki-laki ini sorga.”

Ta’liq hadis diatas
sabda nabi terhadap laki-laki yang membaca surat al-ikhlas; di wajibkan baginya sorga, ini merupakan fadhlullah (nikmat Allah) yang di janjikan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, sedangkan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, sebagai mana firman Allah:
“Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji.”
Dan firman Allah juga:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka sorga-sorga yang penuh kenikmatan. Mereka kekal di dalamnya; sebagai janji Alah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Allah tidak peru kepada sesuatupun juga, akan tetapi Dia memperbuat apa yang di kehendaki-Nya, Ya Allah kami mohon Rahmat Karunia-Mu, Redha-Mu dan sorga firdaus yang tertinggi di sorga kelak.
4. Surat Al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al-Qur’an
Riwayat tentang surat al-ikhlas sama dengan sepertiga Al-Qur’an tidak di ragukan lagi, kebanyakan riwayat datang dari hadits-hadits shahih yang di riwayatkan oleh para imam, seperti: Imam bukhari, imam ahmad (imamnya para imam), Imam muslim, Imam malik bin anas, Imam al-baihaki, Imam abu daud, imam nasa’i, Imam Ibnu hiban, Imam abuyu’la.
Maksud dari pada maudhu’ ini; bahwa satu surat al-ikhlas saja, nilainya sama dengan sepertiga Al-Qur’an, bila kita membaca surat al-ikhlas sekali sehari berarti kita sudah menamatkan sepertiga Al-Qur’an dalam sehari, sedangkan jikalau kita membaca lebih banyak maka sudah tentu keutamaannya lebih banyak lagi,

Dari abi sa’id a-khudri. Ra- bahwa seorang laki-laki mendengar laki-laki lain membaca “Qul Huwalahu Ahad” berulang-ulang, ketika subuh dia datang kepada Rasulullah SAW seraya menyebutkan kejadian tadi malam, seolah-olah aki-laki tadi menganggap masih sedikit, kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah yang jiwaku di Tangan-Nya sesungguhnya dia sama dengan sepertiga Al-Qur’an.”
Dari abi sa’id al-khudri. Ra- dia berkata: Nabi SAW bersabda kepada para sahabat beliau: “Apakah salah seorang diantara kalian sanggup membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?”. Maka sangat berat bagi mereka melakukannya, mereka berkata: “Bagaima mungkin kami sanggup melakukannya Ya Rasulullah?” beliau bersabda: “Allahu al-wahid as-shamad” (yaitu surat al-ikhlas); sepertiga Al-Qur’an.
Dari Abi Darda’. Ra- dari Nabi SAW beliau bersabda: “Apakah sanggup diantara kalian membaca dalam satu malam sepertiga Al-Qur’an?” mereka berkata: “Bagaimana membacan sepertiga Al-Qur’an ya Rasulullah (dalam satu malam)?” beliau bersabda: “Qul Huwallahu Ahad” sama dengan sepertiga Al-Qur’an.” Dan dalam riwayat: “Sesungguhnya Allah membagi Al-Qur’an menjadi tiga juzu’ (bagian) maka Dia menjadikan “Qul Huwallahu Ahad” (salah satu) bagian dari bagian-bagian Al-qur’an.”
Dari Abu Hurairah. Ra- dia berkata: bersabda Rasulullah SAW: “Berkumpullah sesungguhnya saya akan membacakan kepada kalian sepertiga Al-Qur’an.” Maka berkumpullah orang yang mau berkumpul, kemudian Rasulullah SAW keluar dan membaca: “Qul Huwallahu Ahad” kemudian beliau masuk kembali, sehingga kami saling bertanya: “Aku yakin berita yang beliau sampaikan tadi adalah (wahyu yang baru turun) dari langit, itulah sebabnya beliau masuk lagi. Kemudian Nabi SAW keluar dan bersabda: “Aku sudah katakan pada kalian: bahwa saya akan membacakan kepada kalian sepertiga AL-Qur’an, ketahuilah dia benar-benar sama dengan sepertiga Al-Qur’an.”
Dari Ubai bin ka’ab. Ra- atau dari seorang laki-laki darikaum anshar, berkata: bersabda Rasulullah SAW: “ Barang siapa yang membaca “Qul Huwallahu Ahad” maka seolah-olah dia membaca sepertiga dari Al-Qur’an.”
Dari Ummi kaltsum binti ‘Uqbah.ra- diaberkata: Bersabda Rasulullah SAW: “Qul Huwallahu Ahad” sama dengan sepertiga Al-Qur’an.”
Dari Abdullah bin ‘Amru bahwasanya abu ayyub al-anshari dalam majlis, dan dia berkata: “Apakah diantara kalian sanggup qiyam dengan sepertiga Al-Qur’an setiap malamnya?” mereka berkata: “Apakah kami akan senggup melakukannya?”, dia berkata: “Sesungguhnya “Qul Huwallahu Ahad “ sama dengan sepertiga Al-Qur’an, dia berkata (abdullah bin amru danorang anshar): “Kemudian Nabi SAW datang, sedang beliau mendengar apa yang di katakan abu ayyub, kemudian beliau bersabda: “Memang benar apa yang di katakan abu ayyub.”

5. Di dalamnya terdapat nama Allah yang Agung

- Dari Baridah bin al-hushaib al-aslami. Ra- bahwasanya Rasulullah SAW mendengar seorang laki-laki berdo’a: “Ya Allah Aku meminta kepada-Mu, bahwasanya aku bersaksi bahwa Engkau Allah tidak ada Ilah (Tuhan) melainkan Engkau, Yang Maha Satu Tempat bergantung segala sesuatu, Yang Tidak beranak dan tidak pula di peranakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Beliau bersabda: “Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan Nama (Nya yang Agung) yang apabila meminta akan di beri, dan apabila berdo’a akan di kabulkan.”

6. Siapa yang minta kepada Allah lewat perantaranya maka Allah akan mengabulkannya

Dari Mihjan bin al-adra’. Ra- dia berkata: masuk Rasulullah SAW kedalam masjid ketika itu ada seorang laki-laki sedang melaksanakan shalatnya, dan dia dalam keadaan tasyahhud, dan berdo’a: “Ya Allah aku meminta kepada-Mu, Ya Allah Yang Maha Esa,Tempat bergantung segala sesuatu, Yang Tidak beranak dan tidak pula di peranakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, bahwa Engkau ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dia berkata (mihjan bin al-adra’): Beliau bersabda: “Sungguh dia akan di ampuni, sungguh dia akan di ampuni.” beliau berkata tiga kali.

7. Siapa yang membacanya sepuluh kali Allah akan membangun baginya istana di sorga

Dari Mu’az bin Anas al-jahni. Ra- dari Nabi SAW Beliau bersabda: “Barang siapa yang membaca “Qul Huwallahu Ahad” hingga akhir surat sepuluh kali, Allah akan membangunkan baginya istana di sorga.” Maka berkata umar bin khattab: “Bagaimana kalaulebih banyak Ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Allah lebih suka kepada kepada yang lebih banyak dan yang lebih bagus.”
Dari Abu Hurairah. Ra- dari Nabi SAW beliau bersabda: “Barang siapa yang membaca “Qul Huwallahu Ahad” sepuluh kali, maka Allah akan membangun baginya istana di sorga, dan barang siapa yang membacanya dua puluh kali maka baginya dua istana, dan barang siapa yang membacanya tiga puluh kali maka baginya tiga istana.”

8. Keutamaan banyak membacanya

Dari Abi Umamah al-bahili. Ra- dia berkata: “Datang kepada Rasulullah SAW Jibrail. As sewaktu beliau di tabuk, kemudian berkata: “Wahai Muhammad saksikanlah jenazah mu’awiyah bin mu’awiyah al-mazani, dia berkata (abi umamah): dan turun jibrail bersama tujuh puluh ribu malaikat, kemudian menghamparkan (merendahkan) sayapnya yang sebelah kanan di puncak gunung sehingga gunung tadi menjadi rendah (datar), kemudian meletakkan sayap yang bagian kiri diatas dua tanah hingga menjadi rendah, sehingga terlihatlah Makkah dan Madinah, maka Rasulullah, jibrail dan para malaikat menyolatkannya (mu’awiyah bin mu’awiyyah al-mazani), ketika sudah selesai beliau bertanya: “Wahai jibril! Apa yang menyebabkan mu’awiyah meperoleh manzilah (derajah/posisi) seperti ini?” jibril berkata: “Karna dia membaca “Qul Huwallahu Ahad” ketika berdiri, duduk, ketika menaiki kendraan, danketika berjalan.”
Dari Anas bin Malik. Ra- dia berkata: “Turun jibril. As kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Muhammad! Telah mati mu’awiyah bin mu’awiyah al-mazani apakah engkau suka bila engkau menyolatkanny?” beliau berkata: “Iya” maka jibril menghamparkan dua sayapnya maka tidak ada yang tinggal dari pepohonan ataupun bukit-bukit kecil melainkan merendah, kemudian dia mengangkat sarirnya hingga dia melihatnya kemudian menyolatkannya, sedangkan di belakangnya bershaf-shaf para malaikat dan di setiap shaf terdapat tujuh puluh ribu malaikat. Kemudian Rasulullah bertanya lagi kepada jibril: “Wahai jibril kenapa laki-laki ini sampai kepada derajat yang begitu agung disisi Allah?” jibril berkata: “Karna cinta dia kepada “Qul Huwallahu Ahad” membacanya ketika berdiri, duduk, naik kendraan dan berjalan, dan setiap keadaan.”
Selengkapnya...

Kamis, 08 Juli 2010

Ensiklopedi - Makruh

Menurut bahasa artinya : benci-yang dibenci
Makruh menurut Ahli Fiqih ialah sesuatu yang kurang disenangi Allah, diberi pahala orang yang meninggalkannya dan tidak berdosa orang yang mengerjakannya. Seperti makan jengkol atau duren sebelum pergi shalat Jumat.

Sesuatu yang makruh sebaiknya ditinggalkan agar tidak mendapatkan akibat melakukannya, sekiranya seseorang masih melakukannya memang tidak akan menimbulkan dosa, tapi sebagai seorang mukmin tentu akan lebih baik meninggalkan apa yang tidak disenangi Allah dan Rasul-Nya.

Makruhnya sesuatu karena akan memberi pengaruh yang kurang baik pada dirinya dan orang lain juga akan ikut terganggu, umpamanya, orang yang makan duren sebelum pergi shalat Jumat, maka disaat dia shalat disamping orang lain waktu tegak, ruku' atau sujud bau mulutnya akan mengganggu kekhusukan orang yang shalat disampingnya.

Sesuatu yang makruh difahami oleh ulama fiqih dari maksud dan qarinah hadist Rasulullah SAW baik yang berkenaan dengan perbuatan, perkataan atau makanan.

Jangan Khususkan Puasa Sunnat Hari Jum'at
"Dari Abu Hurairah yang diredhai Allah, dari Rasulullah SAW dia bersabda, Janganlah kamu khususkan malam Jum'at untuk Qiyamatul Lail diantara malam-malam yang lain, dan janganlah kamu khususkan hari Jum'at untuk Puasa (sunnat) dari hari-hari yang lain kecuali bahwa adalah hari yang seharusnya seseorang kamu mempuasakannya." (H.R Muslim).


Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 16 Tahun Ke-14 08 Jumadil Awal 1431 H / 23 April 2010 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Keutamaan berwudlu

Dari sejumlah dalil Nash menyebutkan terdapat beberapa keutamaan atau keistimewaan yang terkandung di dalam wudluk :
1. Ketahuilah bahwa wudluk merupakan syarat sahnya ibadah.
2. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan yang selalu menjaga kesucian dirinya (thaharah). Sedangkan wudluk adalah bagian dari tharah.
3. Orang Islam yang berwudluk dengan bagus dan sempurna akan diampuni dosa-dosanya yang lalu, antara waktu shalat ke waktu berikutnya.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : "Sesungguhnya aku (Usman bin Affan) mendengar Rasulullah bersabda, tidaklah berwuduk seorang muslim melainkan dengan cara yang bagus wudluknya, lalu ia mengerjakan shalat maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya antar waktu shalat dan waktu berikutnya." (H.R. Muslim).

"Usman berkata, saya mendengar Rasulullah berkata : tidaklah seorang muslim ketika waktu shalat datang ia berwudluk dengan bagus dan sempurna, begitu pula kekhusukannya dan rukuknya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

"Dari Usman bin Affan, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda, barangsiapa berwuduk dengan baik, lalu ia pergi mengerjakan shalat fardlu, lalu ia shalat bersama manusia, atau sekelompok orang atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya." (H.R. Muslim).


Penulis : Prof. Dr. H. Romli SA, MAg.
Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 16 Tahun Ke-14 08 Jumadil Awal 1431 H / 23 April 2010 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Ensiklopedi - Syari'ah

Syari'ah artinya menetapkan, menentukan, secara bahasa Syari'ah itu adalah peraturan atau undang-undang agama.

Menurut istilah, syari'ah adalah kumpulan dari sistem dan peraturan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW sebagai pegangan hidup untuk direalisasikan dalam bentuk pengamalan baik berupa habluminallah (Hubungan dengan Allah atau ibadah kepada Allah) maupun hablumminannas (hubungan sesama manusia).

Syari'ah Islam bersumberkan Al-Qur'an dan hadist Nabi atau sunnah yang ditetapkan Rasulullah SAW, dan dalam kondisi tertentu untuk istinbath (menetapkan) hukum syari'ah itu diperlukan jima' dan ijtihad.

Syari'ah Islam tercakup dalam beberapa masalah fiqiyah : ibadah, muamalah, munakahat (perkawinan), Jinayah (ketentuan hukum pidana Islam), Faraidhl Mawarits (ketentuan pembagian harta warisan). Termasuk muamalah masalah ekonomi Islam.

Syari'ah merupakan pengalaman ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan bernegara. Aturan syari'at Islam adalah universal dan mencakup segenap-aspek kehidupan ummat manusia. Allah menetapkan aturan syari'ah Islamiyah adalah untuk kebaikan manusia dalam menata hidup diatas dunia, maka syari'ah Islam itu bersifat menjaga kehormatan agama, menjaga jiwa, harta dan keturunan. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim dalam menata hidup dan kehidupan kecuali diatur sesuai dengan aturan syari'ah Islam.

3 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Abu Hurairah
"Dari Abu Hurairah yang diredhai Allah dia berkata : Aku diberi wasiat oleh Rasulullah SAW dengan tiga hal : 1. Puasa tiga hari setiap bulan, 2. Shalat Dhuha dua rakaat, 3. Shalat Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari - Muslim).


Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 25 Tahun Ke-14 21 Rajab 1431 H / 25 Juni 2010 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Pengaruh akhlak dalam kehidupan

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mengintai-intai, dan janganlah sebagian dari kamu mengumpat sebagian yang lain, apakah suka seseorang dari kamu memakan daging bangkai saudaranya? Maka tentu kamu jijik kepadanya, dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu pengampun lagi penyayang." (QS. Al Hujurat : 12).

Firman Allah tersebut diatas merupakan rambu-rambu yang diberikan Allah SWT, agar orang-orang yang menyatakan diri beriman sedini mungkin melakukan tindakan preventif untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat.

Perilaku keseharian kita akan mencerminkan kepribadian kita. Tingkah laku kita yang baik (positif) atau yang tidak baik (negatif) akan berpengaruh di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengaruh nilai positif dan nilai negatif di dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu yang selalu muncul berebut tempat untuk selalu mempengaruhi manusia. Karena itulah dalam pergaulan hidup banyak ditemukan akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Apabila yang dominan adalah akhlak yang baik akan melahirkan kehidupan yang baik. Namun manakala yang lebih dominan adalah akhlak yang buruk maka akan rusaklah tatanan kehidupan masyarakat. Karena akhlak yang buruk tersebut merupakan kanker yang ganas yang bisa menimbulkan kerusakan dan kebinasaan.

Dalam salah satu hadits Nabi SAW, menjelaskan : "Jauhilah purbasangka, sebab purbasangka itu adalah berita yang amat bohong. Janganlah kamu intip-mengintip, mengutik-utik (rahasia), jangan bersaing-saingan, jangan iri hati, jangan benci-membenci dan jangan belakang-membelakangi. Hendaklah kamu semua menjadi hamba Allah yang bersaudara seperti yang diperintahkan Allah." (HR. Muslim).

Itulah sebabnya dalam ajaran Islam kita disuruh untuk selalu berbaik sangka (husnuzzon) terhadap sesama.


Penulis : Emsya Dalimo
Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 25 Tahun Ke-14 21 Rajab 1431 H / 25 Juni 2010 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Perang melawan pornografi

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Kamu menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran : 110).

Topik pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik sebulan terakhir ini adalah heboh tentang beredarnya video porno yang diperankan oleh beberapa artis. Prostes serta aksi demo terhadap kasus tersebut terjadi dimana-mana. Konon kasus bejat tersebut juga jadi pemberitaan di beberapa media internasional. Sungguh memalukan. Negara yang berpenduduk mayoritas Islam, kok perbuatan maksiat dan tak bermoral itu bisa terjadi.

Negeri ini benar-benar mengalami krisis multi dimensi. Selain krisis ekonomi, krisis kepemimpinan, juga dilanda krisis akhlak (moral). Keislaman kita baru di luar atau kulitnya saja. Belum dihayati dan diaplikasikan. Kita belum menjalankan syariat Islam secara utuh.

Krisis ekonomi, krisis moneter, serta krisis akhlak itu akan bisa berlalu (hilang), apabila kita yang mengaku muslim kembali kepada syariat Islam yang sebenarnya, terutama di rumah tangga, serta dalam tingkah polah keseharian kita, apapun profesi kita. Anehnya, masih banyak orang (umat Islam) yang takut bila dikatakan ekstrim, fundamentalis, jika mereka menjalankan syariat Islam. Padahal jika mereka sadar, bahwa perjuangan melawan atau meninggalkan kemaksiatan akan berhasil apabila mereka sudah menerapkan syariat Islam.

Banyak diantara kita yang alergi dengan kalimat "Syariat Islam", akibat dari salah persepsi. Sebagian kita masih beranggapan, bahwa syariat Islam itu adalah pemberlakuan hukum Islam di bidang pidana, seperti orang yang membunuh harus dibunuh, orang yang mencuri potong tangan, orang yang berzina di rajam hingga mati. Padahal syariat Islam itu yang dominan adalah aturan hidup kita sehari-hari, sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya. Terutama sekali di dalam membina rumah tangga, bermasyarakat dan lain sebagainya.

Agama Islam adalah agama yang paripurna, yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Islam adalah agama yang "rahmatan lil'alamin". Adalah suatu pendapat yang sangat keliru apabila Islam dituding sebagai "teroris". Sebenarnya yang menuding itulah yang teroris. Kalaulah umat Islam di seluruh dunia konsekwen atau konsisten dengan agama yang dianutnya, tak ada satu kekuatan pun yang mampu melawannya. Sumber Daya Alam (SDA) terbesar di dunia ini terdapat di negara-negara Islam. Oleh sebab itu, mari satukan barisan dengan menjalin rasa persatuan dan kesatuan sesama muslim, untuk memerangi segala bentuk kemaksiatan yang ditularkan oleh musuh-musuh Islam.

Bentengi keluarga kita masing-masing dengan nilai-nilai iman. Aplikasikan syariat Islam dalam keseharian kita, baik di rumah tangga, masyarakat serta dimanapun kita berada. Syariat Islam merupakan solusi terbaik untuk mengatasi semua permasalahan yang terjadi, serta dapat menghindarkan kita dari adzab yang akan menimpa kita dan bangsa ini.

Mari kita perangi segala bentuk pornografi. Agama Islam adalah agama yang paripurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Aspek ibadah, mu'amalah, serta akhlak. Tuntunan Islam akan mewujudkan manusia yang bermoral (berakhlak). Hanya manusia-manusia yang berakhlak mulia, yang dijamin Allah hidupnya akan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Penulis : Ibnu Syairy
Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 25 Tahun Ke-14 21 Rajab 1431 H / 25 Juni 2010 M.
Diterbitkan oleh : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (PWM SumSel).
Selengkapnya...

Rabu, 07 Juli 2010

Tiga gempa berturut-turut menurut Al-Qur'an

Di dalam Al-qur’an, Allah sebutkan ada tiga gempa yang berturut-turut menimpa manusia, yaitu:

Pertama, gempa yang ditimpakan kepada kaum Nabi Shalih. Mereka diberikan unta betina silahkan dimanfaatkan bersama dengan baik. Mereka dilarang menyembelih unta betina itu, tapi ternyata unta betina itu mereka sembelih. Maka ALLAH timpakan gempa dan jadilah mereka bergelimpangan menjadi mayat-mayat di rumah-rumah mereka sendiri.

Kedua, gempa menimpa kaum Nabi Luth, karena mereka melakukan homoseksual. Dalam kasus ini, Al-qur’an menyebutkan bahwa bumi dibalik oleh ALLAH, "Kami jadikan yang di atas menjadi di bawah dan yang di bawah menjadi di atas."

Ketiga, gempa yang menimpa kaum Nabi Syu’aib, karena mereka dilarang mengurangi takaran dan timbangan dalam berdagang, tapi mereka melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan.

"Tidak mungkin kami dapat untung kalau kami tidak bermain curang dalam takaran dan timbangan", demikian kira-kira jawaban kaum Nabi Syu’aib.
Karena kecurangan itu, Allah timpakan gempa kepada mereka sehingga jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka sendiri.
Kalau kita renungkan, bahwa Allah tunjukkan kepada kita berkenaan dengan musibah tersebut.

Maka kita bertanya apa yang menyebabkan itu terjadi? Mari kita kaji dan bandingkan dengan kehidupan kita sehari-hari, bukan sekedar membunuh unta betina tetapi silahkan lihat pembunuhan terhadap manusia demi manusia sering terjadi. Bukan sekedar persoalan homoseksual, tapi lebih dari itu sudah terjadi pada jaman sekarang. Begitu juga bukan sekedar mengurangi takaran dan timbangan, tapi lebih dari itu milyaran dana dikorupsi telah dilakukan manusia.

Tidak ada solusi dan sikap yang bisa menghentikan gempa dan menyelamatkan kita, kecuali kita kembali kepada ALLAH dalam pengertian yang sebenar-benarnya. Kalau kita ingin aman dan mendambakan kenyamanan, maka salah satu bentuk upaya kita kembali kepada Allah ialah dengan memakmurkan rumah-rumah Allah (masjid atau mushola), jangan sampai terjadi kita baru mau ke masjid atau mushola ketika gempa atau tsunami sudah terjadi menimpa kita. Di mana posisi kita sebelum gempa atau tsunami terjadi? jangan sampai terjadi ketika kita dipanggil Allah, maka kita datang setelah gempa atau tsunami terjadi. Tapi, sebelum gempa terjadi dimana kita? mengapa kita tidak datang?

Kalau hidup di dunia ini kita tidak memenuhi panggilan Allah, maka panggilan siapa yang kita penuhi? padahal Allah yang memberikan segala sesuatu yang kita miliki, Allah yang menciptakan kita dan pada saatnya nanti Allah juga yang berkuasa mencabut semua yang kita miliki.
Karena itu, kita diajarkan agama bila mendapat musibah, kita mengucapkan "INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUUN". Kalau kita semua merasa milik Allah, maka tidak ada alasan bagi kita saat dipanggil Allah, kita tidak memenuhi panggilan-Nya.

Kalau panggilan Allah tidak kita penuhi, lalu siapa yang bisa kita salahkan bila musibah datang menimpa kita.
Selengkapnya...

Selasa, 06 Juli 2010

Kisah Iblis bertemu dengan Nabi Muhammad SAW

Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah :

Kami bersama Rasulullah SAW dirumah salah seorang sahabat anshar, dimana saat itu kami ditengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku".

Rasulullah SAW bertanya kepada para jamaah, "Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu ?". Mereka menjawab, "Tentu Alllah SWT dan Rasul-Nya lebih tahu". Lalu Rasulullah SAW menjelaskan, "ini adalah iblis yang terkutuk -semoga Allah senantiasa melaknatnya".

Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "YA Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?". Beliau Nabi SAW menjawab, "bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintahkan untuk datang kesini, maka pahamilah apa yang diucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian."

Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah keatas tidak ke samping. Sedangkan kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau.


Ia datang sambil memberi salam. "Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya jamaa'atal-muslimim. " kata iblis. Nabi SAW menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik Allah wahai mahluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis?".

"Wahai Muhammad, saya datang kesini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang kesini karena terpaksa", tutur iblis.

"Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini wahai mahluk terkutuk?" tanya Rasulullah SAW.

Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Agung, dimana utusan itu berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah SWT memerintahmu untuk datang kepada Muhammad SAW sementara engkau adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam AS, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad SAW dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah SWT, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah SWT jadikan debu yang bakal

dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang'.

Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawab dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku".

Rasulullah SAW mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?"

Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu."

"Lalu siapa lagi yang palimg engkau benci?" tanya Rasulullah SAW.
"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT ", jawab iblis.

"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW.
"Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab iblis.

"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil, dan najis)", tutur iblis.

"Siapa lagi?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya," jawab iblis.

"Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah SAW.
"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok

orang-orang yang bersabar," jelas iblis.

"Lalu siapa lagi wahai iblis?" tanya Rasulullah SAW.
"Orang kaya yang bersyukur", tutur iblis.

"Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu, bahwa ia bersyukur?" Tanya Rasulullah SAW.
"Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya", tutur iblis.

"Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?" Tanya Rasulullah SAW.
"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar," jawab iblis.

"Mengapa wahai mahluk yang terkutuk?" tanya Rasulullah SAW.
"Sesunguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT sekali sujud, maka Allah SWT akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al-Qur'an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis.

"Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah SAW.
"Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan; Dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit," tutur iblis menjelaskan.

"Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar?" tanya Rasulullah SAW.
"Ia sewaktu Jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam", tutur iblis.

"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah SAW.
"Demi Allah SWT, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab iblis.

"Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah SAW.
"Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya", jawab iblis.

"Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah SAW.
"Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali" tutur iblis.

"Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan", tutur Rasulullah SAW.

"Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummtmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Al-Qur'an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis (murni)," tutur iblis.

"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis itu?" Tanya Rasulullah SAW.

Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah SWT. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu saya memiliki tujuh puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuh puluh ribu setan. Diantara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya.

Diantara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar-masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu.

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya dengan firman-Nya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia : 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam". (QS.Al-Hasyr:16).

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku.

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas nama Allah, "Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua'. Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku. Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan.

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan' sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat diluar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan diluar waktunya itu akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat.

Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, 'Lihatlah ke kanan dan ke kiri'. Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap didepan matanya sembari berkata, 'engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik lamanya'.

Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai dilehernya.

Ketika ia sednag ruku' saya tarik kepalanya keatas sebelum imam bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun. Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai.

Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat.

Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk kedalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.

Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah'. Saya pun berkata kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, '...dan tidak apa-apa bagi seorang yang sedang sakit...' (QS An-Nur:61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat. Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.

Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?".

Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, "Wahai mahluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?".
"Orang-orang yang suka makan riba", jawab Iblis.

"Lalu siapa teman dekatmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang berzina", jawab Iblis.

"Siapa teman tidurmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang mabuk", jawab Iblis.

"Siapa tamumu?", tanya Rasulullah SAW.
"Pencuri", jawab Iblis.

"Siapa utusanmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Tukang sihir", jawab Iblis.

"Apa yang menyenangkan pandangan matamu?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang bersumpah dengan talak", jawab Iblis.

"Siapa kekasihmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at", jawab Iblis.

"Wahai mahluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?", tanya Rasulullah SAW.
"Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah SWT", jawab Iblis.

"Apa yang membuat hatimu panas?", tanya Rasulullah SAW.
"Banyak beristighfar kepada Allah, baik di malam hari maupun di siang hari", jawab Iblis.

"Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?", tanya Rasulullah SAW.
"Sedekah secara rahasia", jawab Iblis.

"Apa yang menjadikan matamu buta?", tanya Rasulullah SAW.
"Shalat diwaktu sahur", jawab Iblis.

"Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?", tanya Rasulullah SAW.
"Memperbanyak shalat berjamaah", tutur Iblis.

"Siapa orang yang paling membahagiakanmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang yang sengaja meninggalkan shalat", tutur Iblis.

"Siapa yang paling celaka menurut engkau?", tanya Rasulullah SAW.
"Orang-orang yang kikir", jawab Iblis.

"Apa yang paling menyita pekerjaanmu?", tanya Rasulullah SAW.
"Majelis orang-orang alim", jawab Iblis

"Bagaimana cara engkau makan?", tanya Rasulullah SAW.
"Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku", jawab Iblis.

"Dimana engkau mencari tempat berteduh untuk anak-anakmu diwaktu panas?", tanya Rasulullah SAW.
"Dibawah kuku manusia", jawab Iblis.

"Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhanmu?", Tanya Rasulullah SAW.
"Sepuluh macam", jawab Iblis.

"Apa saja itu wahai mahluk terkutuk?", tanya Rasulullah SAW.
Iblis pun menjawab : "Saya meminta-Nya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah SWT : 'Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka'. QS.Al-Isra':64).

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.

Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah SWT: 'Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki'. (QS.Al-Isra':64).

Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya Al-Qur'an, maka syair adalah Al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah penggilan adzanku. Saya memohon kepada-Nya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok Al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku.

Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Itulah maksud firman Allah SWT : 'Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya'. (QS.Al-Isra':27) ".

Rasulullah SAW berkata kepada Iblis, "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu". Lalu Iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan kemanapun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku. 'Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta'. Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat".

Iblis melanjutkan lagi, "Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya'. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur terlebih dahulu sebelum menjalankan shalat.

Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan ditengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.

Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khatib sedang berkuthbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya".

Iblis melanjutkan lagi, "Setiap kali ada perempuan keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya,

'Keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya".

Iblis melanjutkan lagi, "Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun.

Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat Syahadat, 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya'. Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja.

Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (Hujjah)

Allah SWT terhadap mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah sebagai orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya".

Rasulullah SAW kemudian membacakan firman Allah SWT : "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi Rahmat oleh Tuhanmu'. (QS.Hud:118-119).

Kemudian beliau Nabi SAW melanjutkan dengan firman Allah SWT : "Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". (QS.Al-Ahzab:38).

Lantas Rasulullah SAW berkata lagi kepada iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga".

Iblis menjawab, "Wahai Rasulullah, Ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari Kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah Yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khathib para penduduk Surga, Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan

Khatib para penduduk Neraka. Saya adalah mahluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya ".

Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Awal dan Akhir, Zhahir dan Bathin Dan semoga Shalawat dan Salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan para Nabi.
------------------------------------------

Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia), 17 Ramadhan 560 H - 22 Rabi'uts-Tsani 638 H

Semoga bermanfaat buat kita semua, para pengikut Rasulullah SAW, manusia pilihan, tuan para Nabi dan Khathib para penduduk Surga. Semoga pula kita diberikan-Nya kemampuan dan ketebalan iman untuk mengiktu Al-Qur'an & Al-Hadits, kemudian dihari berbangkit nanti oleh Allah SWT, kita digolongkan didalam barisan dan kelompoknya Nabi Muhammad SAW. Amin. Akhirul kalam, afwan jika ada kekeliruan dan apabila menjadikan kurang berkenan
Selengkapnya...